Selena Gomez Unggah Foto Seksi Ber-lingerie di Instagram


Selena Gomez dikenal dengan image-nya yang manis dan polos. Namun tak jarang pelantun hits 'Come & Get It' tersebut tampil seksi di berbagai kesempatan.

Salah satunya pada pemotretan untuk albumnya yang dirilis 2013 lalu bertajuk 'Stars Dance', Selena berani tampil seksi hanya dengan balutan lingerie. Nampaknya, penyanyi yang sekaligus merangkap sebagai aktris tersebut ingin mengingatkan para fans tentang penampilan seksinya tersebut dengan mengunggah sebuah foto di Instagram.

Foto throwback tersebut diunggah Selena pada Kamis (19/8/2014) lalu di mana penyanyi yang kini berusia 21 tahun tersebut mengenakan lingerie berwana hitam. Untuk mengurangi image seksinya, Selena menutupi sebagian tubuhnya dengan luaran bunga-bunga.

Selena mengunggah foto tanpa memberikan keterangan apapun pada bagian caption. Para fans pun menunjukkan kekagumannya pada kecantikan dan keseksian sang idola lewat komentar-komentar yang dituliskan pada foto tersebut.

Sebelumnya Selena Gomez dikabarkan kembali dekat dengan mantan kekasihnya, Justin Bieber. Pasangan yang terkenal dengan hubungan putus nyambung ini nampak menghadiri pesta ulang tahun teman dekat mereka di Los Angeles awal pekan ini.
Sumber

Kediaman Ustad Jeffry Al Buchory Kebakaran


Musibah menimpa keluarga almarhum ustad Jeffry Al Buchori pada pagi dini hari Jumat (20/6/2014). Rumah yang dihuni Umi Pipik dan ketiga anaknya habis terbakar.

Saat detikHOT menyambangi kediaman Umi Pipik di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan seisi dalam rumah habis terbakar. Kejadian terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari saat semuanya terlelap tidur.

"Jam 03.00 WIB lewat posisinya lagi pada tidur semua sumbernya dari ruang tamu mungkin yah instalasi listrik yah pas orang PLN periksa," ujar Opick kerabat dari Umi Pipik saat ditemui di Bukit Mas, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2014).

Opick yang juga kerabat Umi Pipik ini menuturkan bahwa terdengar suara letupan dari ruang tamu namun tercium bau asap datang dari ruang tamu. Api cepat menjalar disebabkan banyaknya sofa serta wallpaper yang mengiasi kediaman Ustad Jeffry Al Buchory

"Awalnya ada bunyi yang pecah-pecah saya pikir rampok tapi kok bau asep," tambah Opick

Namun kekecewaan terlihat dari pihak kerabat Uje, Opick yang menyesalkan lambannya penanganan pihak pemadam kebakaran. Api yang sudah menyala sejak pukul 03.00 WIB baru dapat dipadamkan pada pukul 04.00 WIB namun lewat sejam dari pemadaman pihak pemadam kebakaran baru saja tiba pada pukul 05.00 WIB

"Kita madamin pemadam baru dateng hampir satu jam (proses pemadaman) jam 4 lewat baru padam blanwir baru dateng jam 5 kita madamin pake air kolam," jelas Opick
Sumber

Risma Tutup Dolly, Hakim MK Patrialis: Beliau Wanita Pilihan

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar menyambut penutupan Dolly yang dilakukan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut Patrialis, dibutuhkan keberanian untuk menutup lokalisasi itu sehingga Risma di mata Patrialis adalah wanita pilihan.

"Beliau walikota Surabaya itu sebagai wanita pilihan," kata Patrialis dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (19/6/2014).

Patrialis mengaku sempat berkomunikasi dengan Risma. Kepadanya, Risma mengatakan tempat bekas lokalisasi akan dirubah menjadi tempat usaha. Risma yakin masyarakat sekitar lokalisasi akan menjadi pengusaha kecil yang berhasil.

"Jadi jalan keluarnya pun sudah dipikirkan Bu Walikota. Hal serupa merupakan kenangan yang luar biasa, sama seperti keberanian Pak Sutiyoso waktu jadi gubernur DKI, menutup lokalisasi Kramat Tunggak," ujar Patrialis.

Tindakan Risma dan Sutiyoso itu, bagi Patrialis, adalah contoh pemimpin yang berani melawan kemaksiatan. Ia yakin, tindakan Risma akan menambah daftar pemimpin pemberani dalam lembaran sejarah Indonesia.

"Bu Risma dan Pak Sutiyoso contoh pemimpin yang berani menutup lokalisasi. Sejarah bangsa akan mengenang kedua beliau ini," ujar Patrialis.

Pasca pemkot Surabaya mendeklarasikan penutupan Dolly pada Rabu (18/6) kemarin, tugas selanjutnya adalah mendistribusikan dana bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 7,3 miliar kepada 1.449 pekerja seks komersil. Patrialis mendukung pemkot merubah nasib dan mengembalikan martabat para PSK bekas lokalisasi terbesar di ASEAN itu.

"Selamatkan sebagian wanita dari kehidupan yang merendahkan harkat dan martabatnya, yang terjerumus menjadi PSK. Mereka adalah saudara kita semua," tambahnya.

Akhir Dominasi La Furia Roja


Dalam sekitar enam tahun terakhir Spanyol begitu mendominasi sepakbola dunia. Setelah berturut-turut memenangi dua Piala Eropa dan sekali jadi kampiun Piala Dunia, keperkasaan La Furia Roja runtuh di Brasil 2014.

Era Spanyol menguasai sepakbola dunia dimulai tahun 2008. Momennya adalah Piala Eropa yang digelar bersama oleh Swiss dan Austria.

Menjadi kampiun di turneman itu, Spanyol tampil sangat meyakinkan. Di fase grup mereka meraih hasil 100% kemenangan masing-masing atas Rusia (4-1), Swedia (2-1) dam Yunani (2-1). Di fase knock out Tim Matador' juga sukses mendepak Italia dengan 4-2 lewat adu penalti dan mengandaskan Rusia 3-1.

Menghadapi Jerman di final, Fernando Torres dkk meraih kemenangan tipis 1-0.

Keperkasaan Spanyol di Piala Eropa berlanjut di Piala Dunia 2010. Meski pada laga pertama dapat kejutan pahit karena dikalahkan Swiss 0-1, skuat besutan Vicente del Bosque bisa bangkit dan memenangi dua laga berikutnya dengan Honduras dan Chile.

Pada tiga laga fase gugur, Spanyol cuma meraih kemenangan tipis 1-0 masing-masing atas Portugal, Paraguay dan Jerman. Keunggulan dengan skor tipis juga didapat saat bertemu Belanda di partai puncak. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, Spanyol jadi juara Piala Dunia.

Kembali ke Piala Eropa 2012, Spanyol ternyata masih sakti. Lolos dari fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan meraih dua kemenangan dan sekali imbang, Spanyol lantas menundukkan Prancis dengan 2-0 di delapan besar serta menang adu penalti atas Portugal di semifinal.

Kembali berhadapan dengan Italia di final, Spanyol meraih kemenangan mutlak 4-0. Ini menjadi gelar ketiga Spanyol di Piala Eropa.

Tanda-tanda akan berakhirnya dominasi Spanyol mungkin sudah terlihat sejak setahun lalu. Meski berhasil lolos ke final Piala Konfederasi, yang juga digelar di Brasil, Spanyol kalah telak dengan skor 0-3 atas tuan rumah.

Era dominasi Spanyol yang dimulai sejak 2008 itu akhirnya tuntas di Brasil. La Furia Roja dapat hasil yang sangat mengecewakan di Piala Dunia 2014. Skuat besutan Vicente Del Bosque menjadi juara bertahan keempat yang langsung out di fase grup, menyusul Brasil di 1699, Prancis di 2002 dan Italia di 2010.

Bukan cuma tersingkir, Spanyol menjalani turnamen yang buruk di Brasil. Mereka menjadi juara bertahan pertama yang menelan dua kekalahan di laga pertama Piala Dunia. Di dua laga itu Spanyol kemasukan tujuh kali, dan cuma bikin satu gol - itupun melalui ekskusi penalti.

Sumber

Kemenangan yang Tak Terlupakan bagi Chile


Tim nasional Chile mampu menaklukkan juara bertahan saat melakoni laga lanjutan Grup B Piala Dunia. Hasil itu disebut oleh pelatih La Roja Jorge Sampaoli sebagai kemenangan yang tak terlupakan.

Chile dan Spanyol mempunyai misi masing-masing saat melakoni pertandingan di Maracana Stadium, Kamis (19/6/2014) dinihari WIB. Arturo Vidal dkk. butuh tambahan tiga angka untuk lolos ke babak 16 besar, sementara angka penuh diperlukan Spanyol untuk menjaga kans.

Pada prosesnya, Chile akhirnya berhasil menundukkan Spanyol dua gol tanpa balas. Eduardo Vargas dan Charles Aranguiz menjadi pencetak golnya.

Chile sukses menemani Belanda melaju ke babak 16 besar, sekaligus mengantarkan Spanyol harus pulang lebih awal.

Atas raihan Chile itu, Sampaoli tak segan untuk melabeli anak-anak asuhnya sebagai tim kejutan di Piala Dunia.

"Tentu saja saya merasa bangga dan bangga dengan semua pemain. Saya tak tahu apakah ini merupakan kemenangan terbaik yang pernah kami alami, untuk saya ini kemenangan terbaik selalu laga berikutnya. Tapi, saya tak berpikir saya bakal pernah melupakan kemenangan ini," tutur Sampaoli di Reuters.

"Kami bermain dengan cara yang berani dan Anda bisa mengatakan bawa kami merupakan tim kejutan dari turnamen ini," imbuhnya.
Sumber

Sirine di Dolly Menyala, Warga Mulai Berkumpul untuk Menolak Penutupan


Suara sirine meraung-raung hampir lima menit lamanya. Kontan ketenangan lokalisasi Dolly dan Jarak pun pecah. Warga semburat ke jalanan untuk bersiap melakukan aksi penolakan penutupan lokalisasi oleh pemerintah.

Sirine dibunyikan tepat Pukul 06.00 Wib dari pusat Gang Dolly dan sekitarnya, Rabu (18/6/2014). Piranti sirine ini memang sudah lama disiapkan warga lokalisasi sebagai tanda situasi darurat. Sirine dipasang di sejumlah titik di Dolly dan Jarak.

Sebelumnya, sirine tersebut akan dibunyikan bila ada razia yang digelar Satpol PP Pemkot Surabaya. Dan pagi ini, sirine ini dibunyikan untuk memobilisasi warga yang akan melakukan aksi pemblokadean semua akses ke Dolly dan Jarak.

"Ayo keluar, kumpul kumpul. Waktunya melawan penindasan," teriak seorang pemuda yang mengenakan kaus hitam. Sang pemuda itu memerintahkan agar warga yang sudah keluar segera menuju posko Front Pekerja Lokalisasi di Wisma Permata Hijau.

Pantauan detikcom Pukul 06.25 Wib, massa sudah mulai menyemut di Jalan Jarak dan Gang Dolly. Sebagian besar mereka mengenakan ikat kepala warna hitam dan berkaus hitam, diantaranya bertuliskan 'Tolak Penutupan Lokalisasi'.

Saat ini di kawasan Dolly dan Jarak masih gerimis. Namun, hujan tak mempengaruhi tekad mereka untuk melawan kebijakan pemerintah yang memutuskan per 18 Juni 2014, Dolly dan Jarak harus tutup menyusul 4 lokalisasi lainnya di Surabaya yang terlebih dulu sudah game over. Semua akses ke Dolly dan Jarak pun akan ditutup oleh warga.
Sumber

Bangkai Bus Pariwisata Pembawa Siswa SMA Cengkareng Belum Bisa Dievakuasi

Bus pariwisata bernopol B 7592 YB terlibat kecelakaan dengan Toyota Kijang bernopol T 1118 TK di turunan Emen, Subang, Jabar semalam. Hingga pagi ini, bangkai bus nahas itu belum berhasil dievakuasi oleh petugas.

"Tadi saya dapat laporan evakuasi belum selesai, tapi nanti kalau ada perkembangan saya infokan," kata Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto saat dihubungi, Rabu (18/6/2014).

Bus bepenumpang 54 siswa SMA Al Huda Cengkareng terlibat kecelakaan di turunan Emen yang terkenal curam. Badan bus yang terguling masih berusaha dipindahkan dari badan jalan.

Akibat dari kecelakaan itu, delapan orang tewas dan lainnya luka-luka. Saat ini, semua korban masih berada di RS Kabupaten Subang.

"Semua di RS Subang, tidak ada yang dibawa ke RSHS Bandung," jelas Chiko.

Kecelakaan itu terjadi pada Selasa (17/6) sekitar pukul 18.10 WIB. Saat itu, bus yang berpenumpang 54 murid SMA Al Huda Cengkareng itu sedang melaju dari Tangkuban Perahu menuju Jakarta.

Berikut adalah identitas 8 korban tewas:

1. Abdul Rahman
2. Angga Praditya Ahmad Rizki
3. Riska Albiani
4. Silvi Oktaviani
5. Destiana
6. Febry Fitriani
7. Ajeng Narulita
8. Dasril (driver bus pariwisata)
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts